Tidak hanya kehidupan cinta saja yang perlu gairah, Anda pun harus bergairah dalam bekerja. Agar tidak bosan dengan rutinitas dan karir tidak mandeg! Bekerja punya persamaan dengan kehidupan cinta. Penuh kejutan saat pertama terjun ke bidang baru. Dan memang pada kenyataannya, waktu Anda lebih banyak habis untuk bekerja daripada waktu bersama pasangan. Jadi mengapa tidak menuntut standar yang sama antara percintaan dan pekerjaan? Jika sekarang Anda sedang berada di puncak kejenuhan kerja, sudah saatnya untuk beraksi! Segera tanya diri sendiri pertanyaan di bawah ini, dan putuskan apakah pilihan karir Anda memang sudah tepat.

1. Bisakah gairah Anda bangkit kembali?

Saat mulai kerja, rasanya seperti hubungan cinta baru. Awalnya 100% terbakar gairah, tapi lama-lama timbul rasa kecewa. Jika kekecewaan sudah mencapai 51 persen, inilah saatnya memikirkan kembali masa depan Anda. Tapi sebelum gegabah menyodorkan surat pengunduran diri, cari cara yang bisa membangkitkan kembali gairah itu. Ingat kembali alasan Anda menyukai pekerjaan tersebut. Cobalah mendelegasi sebagian tugas, atau melakukan rotasi pekerjaan. Emma, 31 tahun, guru TK, justru merasa tidak nyaman saat ia terpilih sebagai Kepala Sekolah teladan. Waktunya habis mengurusi administrasi, ketimbang mengajar. “Saya bicara dengan bos, dan tercipta keputusan yang brilian. Sebagian tugas administrasi saya serahkan ke bawahan. Efeknya, waktu untuk mengajar lebih banyak.”

2. Apakah Anda merasa dimanfaatkan?

Soraya, 28 tahun, konsultan bisnis, jarang mendapat pujian dari bosnya meski hasil kerjanya bagus. “Bos baru mengeluarkan komentar kalau ada pekerjaan yang kurang beres. Saya sangat ingin mendapat masukan yang positif. Ini membuat saya frustasi, dan rasanya ingin berhenti saja,” ujarnya.

Sebagai solusinya, dengarkan penuturan psikolog Ben Williams, “Jangan gusar dulu, mungkin bos tidak merasa ada masalah. Buat janji dengan atasan, dan ceritakan terus terang perasaan Anda.” Tapi ingat, jangan langsung datang dengan keluhan dan marah-marah. Tanya bagaimana hasil kerja Anda, apakah ada yang bisa diperbaiki. Terkadang diamnya bos menandakan tak ada masalah.

3. Mungkinkah Anda berkembang?

Adakah jalur promosi yang jelas di tempat kerja Anda? Atau justru tak ada kesempatan berkembang dari posisi sekarang? Seperti kata Elsa, 26 tahun, “Sudah 2 tahun saya bekerja, tapi jenjang berikutnya sangat jauh dan memerlukan banyak pengalaman dan keahlian.” Elsa sempat bicara dengan atasan, namun sayangnya tidak ada peluang untuk mendapatkan promosi tersebut. “Saya kecewa, tapi setidaknya waktu tak terbuang percuma mengharapkan promosi yang tak kunjung tiba.”

4. Terus belajarkah Anda?

Karir yang tidak berkembang kurang lebih sama seperti sebuah affair ringan: Anda sudah tidak peduli lagi apa ada yang bisa dipelajari atau tidak dari hal itu. Mintalah bagian personalia untuk menyertakan Anda dalam workshop atau training khusus. Dengan cara ini, pengetahuan kerja semakin bertambah.

5. Bahagiakan Anda dengan pekerjaan tersebut?

Gugup saat ditunjuk untuk presentasi dalam rapat penting? Itu biasa. Tapi kalau setiap pagi selalu berkeringat dingin memikirkan pekerjaan di kantor, mungkin Anda harus mencari tahu alasannya. “Saat saya menjadi pengacara, tiap minggu sore saya selalu merasa cemas,” kata Juli, 28 tahun, yang kini adalah seorang marketing eksekutif. “Akhirnya, saya ambil kesimpulan bahwa bidang hukum dan saya tidak cocok sama sekali. Saya putuskan untuk melepaskannya.”

Tapi ada baiknya mempelajari penyebab rasa tertekan setiap akan pergi ke kantor. Kadang, perubahan kecil terhadap rutinitas bisa membuat hidup terasa lebih baik. Desi, 27 tahun, sangat bosan setiap hari menyetir pulang pergi. Ia memutuskan sesekali mengajak teman atau ikut teman yang rumahnya berdekatan. Hasilnya, pikiran lebih rileks saat tiba di kantor hingga Desi bisa lebih menikmati pekerjaannya.

6. Anda sudah tidak setia lagi?

Anda merasa bosan dan mulai sibuk mengirim lamaran kerja baru atau ikut dalam walk-in interview. Ini pertanda Anda sudah mulai tidak setia. Tapi adakah jalan lain? Jika ditawari pekerjaan baru, bicaralah dengan bos dan tanya apa ada kemungkinan ia akan menawarkan gaji yang lebih besar. Jangan sombong dengan menyebutkan berapa besar uang yang bisa Anda terima atau menuntut kenaikan gaji. Cukup katakan kalau Anda sedang ditawari pekerjaan lain, tapi masih ragu untuk menerimanya atau tidak. Anda ingin tahu apakah masih ada kesempatan berkembang di tempat kerja sekarang.

Baca juga:

Cara Memperbaiki Citra Diri Saat Menjadi Bahan Gosip di Kantor

Advertisements